Rabu, 12 Agustus 2009

HUT Kemerdekaan RI, Tradisi Terus Berlanjut

PALEMBANG – Tradisi lomba pada HUT Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus kemarin, berlangsung semarak. Lomba-lomba yang dilakukan sendiri, betujuan untuk saling mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat, sehingga timbul rasa persaudaraan diantra mereka. Seperti pada Palembang Indah Mall (PIM). Di situ, ditampilkan berbagai macam lomba menarik, mulai dari lomba mewarnai, vokal grup, fashion show dan menyanyi solo antar play group TK A dan TK B Nusa Indah. Sebanyak 450 anak-anak unjuk gigi dalam tiap lomba tersebut.

Dikatakan Linawati, kepala TK Nusa Indah 1, acara yang digelar secara rutin pada tiap tahun tersebut, untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-64. “Juga, kita tanamkan nilai-nilai perjuangan pada tiap anak, supaya mereka tahu bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan,” ujar Lina, kemarin (17/8).

Pantauan Koran ini, pada lomba fashion show dengan peserta anak usia antara 3-6 tahun, berlagsung semarak. Disitu anak-anak yang mengikuti lomba, menampilkan kebolehan mereka dalam berlenggak-lenggok bak model terkenal.

Kriteria perlombaan yang dilakukan, berdasarkan pada keberanian pada tiap anak dan kemampuan mereka dalam menampilkan pertunjukkan.

Dikatakan Aki Redo, Supervisor Promotion PIM, dalam rangka 17 Agustus atau hari kemerdekaan RI, pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua telah diantisipasinya dengan menyediakan lahan parkir yang ada di sebelah PIM.

“Pengunjung yang datang diperkirakan mencapai 50 ribu pengunjung dan hal itu telah kita antisipasi dengan menambah lahan perparkiran dan itu bisa menampung sekitar 70 mobil. Kenaikan jumlah pengunjung sendiri diperkirakan mencapai 80 %,” ujar Aki. Selain dalam rangka HUT RI, dikatakannya lagi lahan perparkiran juga telah diantisipasinya dan diperkirakan memadai.

Semarak 17 Agustus juga dilakukan pada Palembang Trade Center (PTC). Selain diadakan perlombaan, juga diadakan pembagian doorprize dengan berbagai macam hadiah menarik, bagi member Sophie Paris BC Hj Masayu Amalia SPd pada Pesta Merdeka HUT RI ke-64.

“Inti acara ini adalah hiburan untuk masyarakat dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI dan juga sekaligus launching katalog terbaru dari produk Sophie Paris,” ujar Danik, Asisten Sophie Paris BC Hj Masaya Amalia SPd, di PTC.

Pelaksanaan lomba, diantaranya yakni, lomba kelereng antara ibu dan anak dengan menggunakan peralatan sendok, kelereng dan ember secara bergantian. Kemudian ada lomba memasukkan paku dalam botol dan lomba memasukkan benang dalam jarum. “Semua lomba, pesertanya adalah ibu dan anaknya,” tambahnya.

Penonton pada dua Mall tersebut tampak ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Pengunjung bukan hanya dari kota Palembang saja, namun dari luar Palembang pun ada. Misalnya Citra Purnama Sari (18), yang berasal dari Sekayu. Setelah selesai menimba ilmu dibangku SMA, pada HUT RI kali ini ia lebih memilih berkunjung ke Kota Palembang bersama keluarganya.

“HUT RI kali ini memang sengaja datang ke Palembang, karena mau lihat-lihat pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI di Palembang. Ternyata ramai dan asyik juga,” ujar Citra, saat berada di PTC.

Pelaksanaan lomba juga dilakukan di Gereja Hati Kudus Palembang, di Jl Kol Atmo 132 Palembang. berbagai macam lomba juga dilaksanakan ditempat tersebut. Diantaranya yakni, lomba memasak nasi goreng, merangkai bunga, memindahkan bola ping-pong, jalan bakiak, pukul bantal, memasukkan pena dalam botol dan joget balon.

“Peserta lomba adalah umat dari Paroki Hati Kudus pada Kota Palembang,” ujar FX herru Atmaja SCJ, Pastor Paroki Gereja Hati Kudus Palembang. Pada lomba masak nasi goreng, ditampilkan beragam hiasan untuk memperindah masakan tersebut. Misalnya dengan meletakkan bendera berukuran mini di atas nasi goreng tersebut.

“Karena dalam rangka HUT kemerdekaan RI, jadi temanya tentang Indonesia dan peserta lomba nasi goreng adalah para pria,” tambah Herru.

Pada lomba pukul bantal, peserta dibagi dalam tiga jenis, yakni anak-anak, dewasa dan perempuan. Disitu, peserta lomba beradu kekuatan dalam mengalahkan lawannya. “Untuk jumlah peserta bisa dibilang tidak banyak, namun jangan dilihat dari pesertanya, tapi lihat dari kegiatannya. Karena kegiatan ini memiliki banyak manfaat, terutama adalah mempererat persaudaraan,” pungkasnya.(Sumeks)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar