Kamis, 29 Oktober 2009

Pemekaran Wilayah Harus Ada Desain dari Pusat

PALEMBANG - Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan bahwa pemekaran wilayah harus ada desain dari pusat. Pemekaran tidak semata-mata membawa aspirasi daerah saja, sebab pemekaran membutuhkan banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Hal itu disampaikan oleh Alex berkaitan dengan wacara pemekaran Kota Palembang menjadi Kota Palembang Ilir dan Kota Palembang Ilir. Tetapi wacana membagi Kota Palembang sudah sejak zaman pemerintahan Belanda yang waktu itu berkuasa di Indonesia. "Yang sudah ada usulannya untuk dimekarkan dimoratorium, apalagi usulan yang masih baru," kata Alex, Selasa (3/11).

Dijelaskan bahwa 60 persen dari pemekaran wilayah tidak membawa hasil yang lebih baik bagi daerah. Namun untuk menggabungkan kembali daerah yang tidak berhasil dalam pemekaran dinilai tidak mungkin dilakukan, meski ada klausulnya.

"Persoalannya siapa yang mau mengalah. Oleh karena itu pada saat pemekaran harus benar-benar dihitung dan dilakukan studi apakah memenuhi syarat untuk berdiri sebagai daerah sendiri atau untuk memenuhi hasrat kekuasaan kepala daerah," ujarnya.

Mengenai pembentukan PALI dan Muratara, Alex mengungkapkan bahwa moratorium belum dibuka. Tetapi bila sudah dibuka, maka proses PALI dan Muratara segera berjalan.(Sripo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar